Pemerintah Bersikukuh Pilih Opsi Kenaikan Harga BBM

· News
Penulis

Pemerintah Bersikukuh Pilih Opsi Kenaikan Harga BBMJakarta (ANTARA) – Pemerintah bersikukuh untuk memilih opsi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp1.500 per liter, untuk menjaga anggaran negara dari kenaikan harga minyak dunia.

“Kami mohon dukungan masyarakat agar memahami, kita perlu menjaga anggaran kita,” ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam rapat kerja pemerintah dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Senin.

Menkeu juga mengatakan opsi kenaikan lebih diusulkan karena pemerintah ingin membatasi penggunaan BBM bersubsidi dan mengurangi anggaran subsidi energi dalam APBN.

“Dengan asumsi harga 105 dollar ICP dan jumlah kuota 40 juta kilo liter, (subsidi BBM) meningkat drastis jadi Rp178 triliun ini perlu dikendalikan. Kita ingin batasi resiko BBM subsidi itu maksimum di Rp137 triliun,” ujarnya.

Selain itu, kenaikan harga BBM juga bermanfaat untuk mencegah adanya penyelundupan karena harga BBM termurah di negara tetangga berada pada kisaran Rp12 ribu sampai Rp14 ribu.

“Penyelundupan dan penimbunan akan banyak resikonya, ini dapat membuat masyarakat yang menggunakan pertamax akan kembali menggunakan premium,” kata Menkeu.

Sebelumnya, pembahasan antara pemerintah dengan Badan Anggaran DPR RI yang telah berlangsung mulai Kamis (22/3)memunculkan dua opsi terkait BBM bersubsidi.

Opsi pertama adalah subsidi energi ditetapkan sebesar Rp225 triliun. Dengan rincian, subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp137 triliun, subsidi listrik Rp64,9 triliun dan cadangan risiko energi Rp23 triliun.

Opsi ini juga akan mencabut pasal 7 ayat 6 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang APBN 2012 yang berisi pemerintah tidak boleh menaikkan harga BBM bersubsidi untuk masyarakat.

Sehingga dengan dicabutnya pasal tersebut, pemerintah diberi kesempatan untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.500 per liter menjadi Rp6.000 per liter.

Sedangkan opsi kedua, subsidi BBM ditetapkan sebesar Rp178 triliun. Sementara, besaran subsidi listrik tetap di angka Rp64,9 triliun dan cadangan risiko energi Rp23 triliun dengan total subsidi energi Rp266 triliun.

Namun, dengan adanya opsi kedua, maka harga BBM bersubsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan.

Menkeu mengatakan opsi kedua tidak menjadi pilihan pemerintah karena berpotensi meningkatkan defisit anggaran hingga diatas tiga persen dan hal tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

“Dari pemerintah ketika bahas opsi dua itu, kami berpendapat akan berpotensi total defisit belanja melebihi tiga persen,” katanya.

Selain itu, opsi kedua akan berpotensi menambah kuota volume BBM menjadi sebesar 47,8 juta kiloliter dari sebelumnya 40 juta kiloliter.

Hampir seluruh fraksi di Badan Anggaran mendukung opsi kenaikan harga BBM bersubsidi, namun fraksi PDI-P, Gerindra dan Hanura belum menyetujui usulan tersebut.

Fraksi Gerindra dan Hanura bahkan melakukan aksi Walk Out dari rapat kerja tersebut karena mayoritas fraksi tidak membahas opsi kedua.

Pimpinan fraksi Gerindra, Fary Djemi Francis mengatakan aksi tersebut dilakukan karena pemerintah dan mayoritas fraksi sepakat untuk tidak membahas opsi tidak menaikkan harga BBM.

“Ijinkan kami dengan rasa hormat meninggalkan ruangan ini dan kami tidak ikut membahas berkaitan dengan penetapan besaran BBM, kalau rapat kerja hari ini masih membahas opsi pertama saja,” ujarnya.

Fary menambahkan fraksi Gerindra akan memberikan pandangan mengenai opsi tidak menaikkan harga BBM pada rapat paripurna, yang menurut rencana berlangsung pada 29 Maret 2012.

Sementara anggota fraksi Hanura, Ali Kastella mengatakan Hanura akan menunggu voting dalam rapat paripurna dan meminta pasal 7 ayat 6 yang melarang pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi tidak dicabut.

“Hanura tetap konsisten dan tetap minta divoting dalam paripurna karena tidak benar jika harga BBM tidak naik, defisit diatas tiga persen,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: