Lebih singkatnya tetntang Pengkodean Data/ Data Encoding

· Kampus
Penulis
  1. Konversi Digital to Digital, men-Encode data digital menjadi sinyal digital. Contoh: pengiriman data komputer
  2. Konversi Analog to Digital, Digitizing suatu sinyal analog. Contoh: Pengiriman suara di telepone (mengurangi effect of noise)
  3. Konversi Digital to Analog, Memodulasi sinyal digital. Contoh: Pengiriman data komputer melalui line telepon
  4. Konversi Analog to Analog, Memodulasi Sinyal analog. Contoh: pengiriman musik dari stasiun radio

 

 

  • Data Analog: Data yang penyajian nilai numeriknya dalam suatu bentuk digital
  • Data digital dapat dihasilkan dari perubahan data analog maupun perintah untuk menghasilkan data digital seperti keyboard komputer, kalkulator, dll.
  • Dalam suatu sistem komunikasi, data disebarkan dari suatu titik ke titik yang lain melalui sebuah alat-alat sinyale lektrik
  • Sinyal dapat berbentuk sinyal analog atau sinyal digital

Unipolar Encoding
Merupakan Metode paling sederhana menggunakan 2 level (+,0).
Kelemahan: Stream bit data 1 atau 0 yang panjang dapat menyebabkan masalah sinkronisasi.

Polar Encoding NRZ (Non Return to Zero)

  • NRZ-L (Non Return to Zero-Level) Menggunakan 2 level nilai (+,-) 0 dan 1 menyatakan 2 voltase yang berbeda
  • NRZ-I (Non Return to Zero-Invert in one) Menggunakan 2 level nilai (+,-) 0=tidak ada transisi; 1=transisi di awal bit

Polar Encoding RZ (Return to Zero)

  • Menggunakan 3 level Nilai(+,0,-)
  • Transisi ke high atau low di awal tiap-tiap bit, kemudian kembali ke 0

Polar Encoding-Biphase

Manchester Menggunakan 2 level nilai (+,-)

  • 1=transisi dari low to high
  • 0=transisi dari high to low

Differential Manchester Menggunakan 2 level nilai (+,-)

  • 1=tidak ada transisi di awal bit
  • 0=ada transisi di awal bit

Bipolar Encoding AMI (Alternate Mark Invision)

Menggunakan 3 level nilai (+,-,~)

  • 0=Tidak ada garis sinyal (0 volt)
  • 1=nilai positif dan negatif secara bergantian

Bipolar With 8 Zeros Substitution (B8ZS)

  • Digunakan jika terdapat 8 deretan bit 0 berturut-turut, menggunakan pelanggaran (violation)
  • Jika 8 bit 0 dan pulse voltase terakhir positif, maka Encoce sebagai 000+-0-+
  • Jika 8 bit 0 dan pulse voltase terakhit negatif, maka Encode sebagai 000-+0+-

Bipolar Encoding High Density Bipolar 3 Zeros (HDB3)

  • String dengan 4 bit 0 ditempati dengan 2 macam pulse
  • Lihat banyaknya bit “1? setelah last violation (ganjil atau genap)
  • Jika tidak ada “1? setelah last violation (misal 0000 kemudian 0000, maka asumsikan “1?nya genap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: